Showing posts with label cara beternak cendet pentet. Show all posts
Showing posts with label cara beternak cendet pentet. Show all posts

Wednesday, 22 November 2017

TIPS AMPUH MENJODOHKAN CENDET / PENTET

TIPS AMPUH MENJODOHKAN CENDET / PENTET



Ketika ingin mengembang biakkan keturunan burung Cendet / Pentet diperlukan proses penjodohan, setelah kita memiliki kualitas burung Cendet / Pentet jantan dan betina yang unggul pasti akan memiliki keturunan yang berkualitas

  1. TAHAP PENGENALAN



Tempelkan dua sangkar yang masing-masing berisi indukan jantan dan induk betina. Ini merupakan tahap awal pengenalan, agar induk jantan dan betina bisa saling mengenal atau dalam istilah kerennya “Say Hello” terlebih dahulu. Butuh waktu 1 – 7 hari untuk menunggu sampai keduanya saling tertarik.

Ø      Tanda-tanda ketertarikan antara lain :
§         Induk jantan membawa pakan diparuhnya (seperti dicapit), dan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi.
§         Meski berada dalam sangkar terpisah dan saling berdempet, posisi induk jantan dan betina saat tidur berdekatan atau rendengan

Jika kedua hal itu sudah terlihat, kini saatnya yang paling tepat memberi kesempatan kepada induk jantan dan betina untuk mandi bersama di karamba mandi. Saat itulah anda bisa memperhatikan tingkah laku kedua burung tersebut. Jika terjadi perkelahian, segera pisahkan dan ulangi proses penjodohan dari awal. Jika burung mau mandi bersama dan akur, segera masukkan keduanya dalam kandang penangkaran.

  1. TAHAP PENYATUAN
Tahap penyatuan induk jantan dan betina bisa dilakukan didalam kandang penangkaran. Anda bisa mencobanya dengan menggunakan kandang soliter terlebih dulu, sambil menempatkan tempat sarang. Tempat sarang bisa dibuat dari anyaman rotan, bamboo atau batok kelapa. Masukkan bahan-bahan penyusun sarang seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami dan daun cemara kering.

Sekarang amati kembali kerukunan atau keakuran jantan dan betina. Tanda-tandanya adalah Cendet / Pentet jantan terus merayu betina, sesekali menyuapi calon pasangannya, atau si jantan sibuk menata bahan-bahan penyusun sarang. Jika semuanya sudah oke, kedua induk bisa dipindahkan ke kandang penangkaran sesungguhnya, tetapi anda juga bisa tetap mempertahankannya di kandang soliter.

Umumnya, kandang penangkaran masih beralas tanah. Anda bisa meletakkan beberapa pohon kecil sebagai peneduh dan bak mandi dibawahnya. Ukuran kandang relative, tergantung lahan penangkaran. Ukuran minimal yang diperlukan adalah panjang 100 cm x lebar 50 cm x tinggi 200 cm.

  1. TAHAP REPRODUKSI
Untuk mempercepat proses perkawinan, suasana kandang diusahakan nyaman dan sejuk. Caranya, anda bisa menyirami air di dasar kandang setiap pagi dan sore, selama beberapa hari. Bak mandi dibersihkan secara rutin, jangan sampai terlihat kotor dan berjamur.

Jika pasangan Cendet / Pentet ini sudah mulai birahi, mereka akan kawin dan menyusun sarangnya. Sekitar 4 – 10 hari setelah kawin, induk betina akan bertelur (rata-rata 2 – 4 butir) dan akan dierami selama 14 hari hingga menetas. Piyik yang sudah berumur 5 – 10 hari bisa langsung diberi ring pengenal. Pada masa tersebut, anda juga memiliki dua pilihan untuk perawatan piyik, disapih dengan konsekwensi anda harus melolohkan makanan untuk piyik, atau tetap menyerahkan pengasuhan piyik kepada induknya.

Piyik mulai keluar sarang dan belajar terbang pada usia 12 – 14 hari. Setelah usianya mencapai 1 – 2 bulan, anakan Cendet / Pentet sudah bisa makan sendiri, bahkan sudah bisa dipasarkan.


  1. ASUPAN PAKAN SELAMA PENJODOHAN
Selama proses penjodohan, penyatuan, hingga perkawinan, induk Cendet / Pentet jantan dan betina membutuhkan asupan pakan yang bergizi. Hal ini akan mempengaruhi birahi, fertilitas, daya tetas, hingga kualitas piyik yang dihasilkan.

PAKAN YANG DIBUTUHKAN ANTARA LAIN :
·         Cacing tanah, dalam jumlah cukup setiap harinya
·         Jangkrik, dengan porsi 30 ekor (pagi/sore pada awal perjodohan, lalu dikurangi menjadi 10 ekor (pagi/sore) setelah burung bertelur
·         Kroto, sebanyak 1 cepuk setiap pagi
·         Buah-buahan seperti pisang, papaya, apel dan sebagainya
·         Voer (untuk proyek penangkaran biasanya diberikan sebagai makanan tambahan saja, bukan makanan utama)

HINDARI INBREEDING
Anda tentu sering mendengar istilah inbreeding dalam konteks penangkaran, baik hewan maupun tanaman. Sebenarnya apa sih inbreeding, khususnya dalam penangkaran burung ? apa dampak positif dan dampak negatifnya bagi hasil penangkaran yang kita kembangkan ?

Perkawinan sedarah dalam penangkaran burung adalah proses reproduksi yang terjadi akibat perkawinan dari dua burung dengan garis genetic sama atau memiliki orang tua yang sama atau bersaudara. Misalnya adalah induk jantan dengan anakannya, anakan dengan induk betina, anak dengan anak, cucu dengan kakek atau nenek dan seterusnya.

Perkawinan inbreed bisa meningkatkan resiko burung anak menuruni sifat resesif yang merusak. Jika terjadi penurunan genetic (kesehatan secara umum) dari suatu populasi burung, maka disebut inbreeding depression. Sifat pembawa yang menyebabkan penurunan kualitas keturunan biasanya dihilangkan melalui proses tertentu yang juga dikenal sebagai genetic purging atau “pembersihan genetic”.

Perkawinan inbreeding atau penangkaran antar sanak dalam bahasa sehari-hari dikenal istilah incest atau antar muhrim. Pengertian inbreed dalam biologi meliputi juga perkawinan atau pembuahan sendiri (selfing atau self fertilization). Hubungan kekerabatan (relatedness atau relationship) ini biasanya dikuantifikasi dengan beberapa ukuran (seperti koefesien konsanguinitas dari Jacquard, Koefisien kesekerabatan atau inbreeding coefficient, dan kovarians kekerabatan).

Para penangkar burung (yang sudah berkembang di Thailand atau di Barat misalnya) menghilangkan karakteristik yang tidak diinginkan dalam populasi burung tertentu, yang juga dibarengi dengan pemusnahan terhadap apa yang dianggap “keturunan tidak layak” dilakukan terutama ketika mencoba untuk memunculkan sifat baru pada burung tertentu.

Jika anda sudah ahli dalam “memilah dan memisahkan” sifat keturunan tertentu pada burung, silahkan saja anda menangkar burung dari indukan atau keturunan yang sama. Namun jika masih awam atau pemula, saran saya, kawinkan burung dari orang tua atau kakek yang berbeda.


Saat ini banyak orang membeli sepasang burung jantan – betina dari penangkaran dan bahkan dari sarang yang sama sejak masih anakan. Kemudian sepasang burung itu dibesarkan dan dijodohkan untuk dianak-pianakkan. Dalam konteks pengembangan keturunan seperti saya uraikan diatas, maka pembesaran dan dilanjut penjodohan burung dari indukan yang sama sebaiknya dihindarkan

Tuesday, 21 November 2017

CARA MEMILIH INDUKAN CENDET BERKUALITAS

CARA MEMILIH INDUKAN CENDET BERKUALITAS





Pemilihan induk adalah suatu langkah yang paling awal dalam menentukan menjadi breeder karena menyeleksi indukan yang paling utama, adalah memilih burung yang sehat. Burung yang sehat, dapat dipilih, apabila burung tersebut mempunyai pandangan dan sorot mata yang tajam, serta jernih, selain juga jangan memilih bagian mukanya yang pucat.

Pilihan juga bisa dilihat pada gerak gerik dan perilaku yang lincah, tidak loyo, sayap tidak sengkleh kebawah / rusak (tidak turun ke bawah). Selanjutnya seleksi untuk memilih indukan, melihat secara fisik yang normal tidak ada yang cacat merupakan hal yang sangat penting pula, ditambah mental yang baik atau tidak mudah stress juga bisa menentukan keberhasilan sesorang peternak.


MEMILIH INDUKAN JANTAN

Burung Cendet atau Pentet termasuk burung yang cerdas. Dia memiliki kemampuan menirukan suara burung lain dengan kualitas kicauannya yang mampu menghipnotis siap saja yang mendengar. Untuk mendapatkan Cendet / Pentet yang berkualitas, Cendet / Pentet jantan diyakini menjadi pilihan yang tepat. Bagaimana mengenali Cendet / Pentet jantan ????

1.            Bagian pipi dari Cendet / Pentet jantan memiliki warna hitam yang sangat pekat. Jika hitamnya agak pudar, biasanya Cendet / Pentet tersebut berkelamin betina.
2.            Bentuk kepala Cendet / Pentet jantan biasanya ceper mendatar, sementara Cendet / Pentet betina lebih menggelembung atau agak oval.
3.            Supit Cendet / Pentet jantan berbentuk kecil panjang disertai motif garis yang tidak beraturan. Sementara Cendet / Pentet betina memiliki supit yang agak besar dengan disertai motif garis yang teratur seperti kembang.
4.            Cendet / Pentet yang berkelamin jantan tentu memiliki warna yang lebih mencolok, variasi suara yang lebih beraneka ragam, dan volume suara yang sangat keras.

MEMILIH INDUKAN BETINA

Ciri-ciri :
1.            Bunyi tidak keras alias volume tipis
2.            Warna hitam diatas kepala tidak banyak hanya sampai atas hidung
3.            Untuk calon betina pilih usia minimal 8 bulan maksimal 1 tahun
4.            Pilih burung hasil ternakan yang mempunyai trah jelas, utamakan hasil tangkaran yang banyak berprestasi (terbukti di lapangan)
5.            Kondisi burung sudah birahi, cirinya selalu bereaksi mendengar suara jantan atau melihat Cendet / Pentet jantan
6.            Kondisi fisik burung harus sehat, utuh dan tidak cacat, pilih betina yang berbulu sudah rapi sehat dan mengkilap.
7.            Betina yang bisa dijodohkan harus betina yang selalu bereaksi kalau dijejerkan sama pejantan, tidak semua betina bisa dijodohkan
8.            Piliha yang jinak / semi jinak dan yang tidak galak / bengis sama jantan (untuk menghindari tarung)
9.            Cendet / Pentet betina yang habis mabung (bulu baru) dan sudah mulai birahi akan lebih cepat dijodohkan ketimbang burung yang bulunya sudah tua
10.        Pilih betina trah hasil tangkaran yang modelnya bagus / seksi, karena Cendet / Pentet betina banyak menurunkan sifat keanakannya seperti mental dan bentuk bodi
11.        Bodi betina harus yang bagus, kepala kotak, bodi panjang serasi supaya anakannya juga berbodi panjang, ramping. Model Cendet / Pentet yang langsing panjang biasanya anti gemuk.


Alat perkembangbiakan pada burung betina biasanya hanya berkembang pada bagian kiri, sedangkan pada bagian kanan tidak berkembang (rudiment). Ovarium terletak dekat ganjil dan ovum yang dihasilkan akan dikeluarkan melalui oviduct yang bermuara pada kloaka. Pada saat burung betina mengalami masa birahi, ia akan berusaha mendekati dan menarik perhatian burung jantan. Biasanya burung jantan yang tertarik akan segera mendekati dan mengawininya. Hewan jantan akan memasukkan spermanya melalui kloaka ke kloaka hewan betinanya. Dengan demikian sperma akan memasuki saluran kelamin betina dan akan membuahi sel telur yang ada didalamnya. Telur-telur yang sudah dibuahi akan mengalami penambahan albumen dan cangkang telur selama pergerakannya menuju kloaka.